Senin, 07 Mei 2012

Manajemen konflik


MANAJEMEN KONFLIK

Terjadinya konflik dalam setiap organisasi merupakan sesuatu hal yang tidak dapatdihindarkan. Hal ini terjadi karena di satu sisi orang-orang yang terlibat dalam organisasimempunyai karakter, tujuan, visi, maupun gaya yang berbedabeda. Di sisi lain adanya salingketergantungan antara satu dengan yang lain yang menjadi karakter setiap organisasi. Tidak semua konflik merugikan organisasi. Konflik yang ditata dan dikendalikan dengan baik dapatmenguntungkan organisasi sebagai suatu kesatuan. Dalam menata konflik dalam organisasidiperlukan keterbukaan, kesabaran serta kesadaran semua fihak yang terlibat maupun yang berkepentingan dengan konflik yang terjadi dalam organisasi..
1.Pengertian konflik 
2.Manifestasi konflik
 3. Macam-macam konflik 
4.Sumber konflik 
5. Manajemen konflik yang efektif 
6. Meminimalisir konflik dengan komunikasi efektif .
A).Pengertian Konflik
 Konflik adalah pergesekan atau friksi yang terekspresikan di antara dua pihak ataulebih, di mana masing-masing mempersepsi adanya interferensi dari pihak lain, yangdianggap menghalangi jalan untuk mencapai sasaran. Konflik hanya terjadi bila semua pihak yang terlibat, mencium adanya ketidaksepakatan
Para pakar ilmu perilaku organisasi, memang banyak yang memberikan definisitentang konflik. Robbins, salah seorang dari mereka merumuskan Konflik sebagai sebuah proses dimana sebuah upaya sengaja dilakukan oleh seseorang untuk menghalangi usaha yang dilakukan oleh orang lain dalam berbagai bentuk hambatan(blocking) yang menjadikan orang lain tersebut merasa frustasi dalam usahanya mancapaitujuan yang diinginkan atau merealisasi minatnya". Dengan demikian yang dimaksuddengan Konflik adalah proses pertikaian yang terjadi sedangkan peristiwa yang berupagejolak dan sejenisnya adalah salah satu manifestasinya.
Dua orang pakar penulis dari Amerika Serikat yaitu, Cathy AConstantino, danChistina Sickles Merchant mengatakan dengan kata-kata yang lebih sederhana, bahwakonflik pada dasarnya adalah: "sebuah proses mengekspresikan ketidapuasan,ketidaksetujuan, atau harapan-harapan yang tidak terealisasi". Kedua penulis tersebutsepakat dengan Robbins bahwa konflik pada dasarnya adalah sebuah proses. Konflik dapat diartikan sebagai ketidaksetujuan antara dua atau lebih anggota organisasi ataukelompok-kelompok dalam organisasi yang timbul karena mereka harus menggunakansumber daya yang langka secara bersama-sama atau menjalankan kegiatan bersama-samadan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, nilai-nilai dan persepsi yang berbeda. Anggota-anggota organisasi yang mengalami ketidaksepakatan tersebut biasanyamencoba menjelaskan duduk persoalannya dari pandangan mereka
 Lebih jauh Robbins menulis bahwa sebuah konflik harus dianggap sebagai "ada"oleh fihak-fihak yang terlibat dalam konflik. Dengan demikian apakah konflik itu adaatau tidak ada, adalah masalah "persepsi" dan bila tidak ada seorangpun yang menyadari bahwa ada konflik, maka dapat dianggap bahwa konflik tersebut memang tidak ada.
Tentu saja ada konflik yang hanya dibayangkan ada sebagai sebuah persepsiternyata tidak riil. Sebaliknya dapat terjadi bahwa ada situasi-situasi yang sebenarnyadapat dianggap sebagai "bernuansa konflik" ternyata tidak dianggap sebagai konflik karena nggota-anggota kelompok tidak menganggapnya sebagai konflik. Selanjutnya,setiap kita membahas konflik dalam organisasi kita, konflik selalu diasosiasikan denganantara lain, "oposisi" (lawan), "kelangkaan", dan "blokade".
 Diasumsikan pula bahwa ada dua fihak atau lebih yang tujuan ataukepentingannya tidak saling menunjang. Kita semua mengetahui pula bahwa sumberdayadana, daya reputasi, kekuasaan, dan lain-lain, dalam kehidupan dan dalam organisasitersedianya terbatas. Setiap orang, setiap kelompok atau setiap unit dalam organisasi akan berusaha memperoleh semberdaya tersebut secukupnya dan kelangkaan tersebut akanmendorong perilaku yang bersifat menghalangi oleh setiap pihak yang punya kepentinganyang sama.
Pihak-pihak tersebut kemudian bertindak sebagai oposisi terhadap satu samalain. Bila ini terjadi, maka status dari situasi dapat disebut berada dalamkondisi"konflik".



B).Manifestasi Konflik 
Konflik yang terjadi dalam masyarakat atau dalam sebuah organisasi dapatbermanifestasidalam berbagai bentuk atau cara :
Perselisihan (Dispute): bagi kebanyakan orang awam, kata konflik biasanyadiasosiasikan dengan "dispute" yaitu "perselisihan" tetapi, dalam konteks ilmuperilakuorganisasi, "perselisihan" sebenarnya sudah merupakan salah satu daribanyak bentuk  produk dari konflik. Dispute atau perselisihan adalah salah satu produk konflik yang paling mudah terlihat dan dapat berbentuk protes (grievances), tindakan indispliner,keluhan (complaints), unjuk rasa ramai-ramai , tindakan pemaksaan (pemblokiran, penyanderaan, dsb.), tuntutan ataupun masih bersifat ancaman atau pemogokan baik antara fihak internal organisasi ataupun dengan pihak luar adalah tanda-tanda konflik yang tidak terselesaikan.
Kompetisi (persaingan) yang tida Persaingan sebenarnya tidak samadengan konflik.Persaingan seperti misalnya dalam pertandingan atletik mengikuti aturanmain yang jelas dan ketat. Semua pihak yang bersaing berusaha memperoleh apa yangdiinginkan tanpa di jegal oleh pihak lain.Adanya persaingan yang sangat keras denganwasit yang tegas dan adil, yang dapat menjurus kepada perilaku dan tindakan yang bersifat menjegal yang lain.Sabotase adalah salah satu bentuk produk konflik yang tidak dapat didugasebelumnya.
Sabotase seringkali digunakan dalam permainan politik dalam internalorganisasi atau dengan pihak eksternal yang dapat menjebak pihak lain. Misalnya saja satu pihak mengatakan tidak apa-apa, tidak mengeluh, tetapi tiba-tiba mengajukantuntutan ganti rugi miliaran rupiah melalui pengadilan.
Insfisiensi/produktivitas yang rendah.Apa yang terjadi adalah salah satu fihak (biasanya fihak pekerja) dengan sengaja melakukan tindakan-tindakan yang berakibatmenurunkan produktivitas dengan cara memperlambat kerja (slowdown), mengurangioutput, melambatkan pengiriman, dll. Ini adalah salah satu dari bentuk konflik yangtersembunyi (hidden conflic) dimana salah satu pihak menunjukan sikapnya secara tidak terbuka.
 Penurunan moril (low morale).Penurunan moril dicerminkan dalam menurunnyagairah kerja, meningkatnya tingkat kemangkiran, sakit, penurunan moril adalah jugamerupakan salah satu dari produk konflik tersembunyi dalam situasi ini salah satu pihak, biasanya pekerja, merasa takut untuk secara terang-terangan untuk memprotes pihak lainsehingga melakukan tindakan-tindakan tersembunyi pula.Menahan/menyembunyikan informasi. Dalam banyak organisasi informasi adalahsalah satu sumberdaya yang sangat penting dan identik dengan kekuasaan (power).
Dengan demikian maka penahanan/penyembunyian informasi adalah identik dengankemampuan mengendalikan kekuasaan tersebut. Tindakan-tindakan seperti inimenunjukkan adanya konflik tersembunyi dan ketidakpercayaan (distrust).
C).Macam-Macam Konflik
 1.Dari segi fihak yang terlibat dalam konflik 
a).Konflik individu dengan individuKonflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan individu pimpinan dari berbagai tingkatan. Individu pimpinan dengan individu karyawanmaupun antara inbdividu karyawan dengan individu karyawan lainnya. 
b).Konflik individu dengan kelompok Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan kelompok ataupun antara individu karyawan dengan kempok pimpinan.
c).Konflik kelompok dengan kelompok Ini bisa terjadi antara kelompok pimpinan dengan kelompok karyawan, kelompok  pimpinan dengan kelompok pimpinan yang lain dalam berbagai tingkatan maupunantara kelompok karyawan dengan kelompok karyawan yang lain..
2.Dari segi dampak yang timbul
Dari segi dampak yang timbul, konflik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu konflik fungsional dan konflik infungsional. Konflik dikatakan fungsional apabila dampaknyadapat memberi manfaat atau keuntungan bagi organisasi, sebaliknya disebutinfungsional apabila dampaknya justru merugikan organisasi.
Konflik dapat menjadifungsional apabila dikelola dan dikendalikan dengan baik.Contoh konflik yang fungsional dengan kasus seorang manajer perusahaanyang menghadapi masalah tentang bagaimana mengalokasikan dana untuk meningkatkan penjualan masing-masing jenis produk.
Pada saat itu setiap produk line berada pada suatu devisi. Salah satu cara pengalokasian mungkin dengan memberikandana tersebut kepada devisi yang bisa mengelola dana dengan efektif dan efisien. Jadidevisi yang kurang produktif tidak akan memperoleh dana tersebut. Tentu saja di sinitimbul konflik tentang pengalokasian dana. Meskipun dipandang dari fihak devisiyang menerima alokasi dana yang kurang, konflik ini dipandang infungsional, tetapidipandang dari perusahaan secara keseluruhan konflik ini adalah fungsional, karenaakan mendorong setiap devisi untuk lebih produktif.




D.Sumber Konflik

 Faktor-faktor yang dapat menimbulkan adanya konflik dalam suatu organisasiantara lainadalah :
1).Berbagai sumber daya yang langkaKarena sumber daya yang dimiliki organisasi terbatas / langka maka perludialokasikan. Dalam alokasi sumber daya tersebut suatu kelompok mungkinmenerima kurang dari kelompok yang lain. Hal ini dapat menjadi sumber konflik.
2).Perbedaan dalam tujuanDalam suatu organisasi biasanya terdiri dari atas berbagai macam bagian yang bisamempunyai tujuan yang berbeda-beda.
Perbedaan tujuan dari berbagai bagian inikalau kurang adanya koordinasi dapat menimbulkan adanya konflik. Sebagai contoh : bagian penjualan mungkin ingin meningkatkan valume penjualan dengan memberikan persyaratanpersyaratan pembelian yang lunak, seperti kredit dengan bunga rendah, jangka waktu yang lebih lama, seleksi calon pembeli yang tidak terlalu ketatdansebagainya. Upaya yang dilakukan oleh bagian penjualan semacam ini mungkin akanmengakibatkan peningkatan jumlah piutang dalam tingkat yang cukup tinggi.
Apabilahal ini dipandang dari sudut keuangan, mungkin tidak dikehendaki karena akanmemerlukan tambahan dana yang cukup besar.
3). Saling ketergantungan dalam menjalankan pekerjaan

E).MANAJEMEN KONFLIK YANG EFEKTIF
Manajemen konflik dimaksudkan sebagai sebuah proses terpadu (intergrated) menyeluruh untuk menetapkan tujuan organisasi dalam penanganan konflik, menetapkan cara-cara mencegahnya program-program dan tindakan sebagai tersebut maka dapat ditekankan empat hal :
1) Manajemen konflik sangat terkait dengan visi, strategi dan sistem nilai/kultur organisasi manajemen konflik yang diterapkan akan terkait erat dengan ketiga hal tersebut
2) Menajemen konflik bersifat proaktif dan menekankan pada usaha pencegahan. Bila fokus perhatian hanya ditujukan pada pencarian solusisolusi untuk setiap konflik yang muncul, maka usaha itu adalah usaha penanganan konflik, bukan manajemen konflik.
3) Sistem manajemen konflik harus bersifat menyeluruh (corporate wide) dan mengingat semua jajaran dalam organisasi. Adalah sia-sia bila sistem manajemen konflik yang diterapkan hanya untuk bidang Sumberdaya Manusia saja misalnya.
4) Semua rencana tindakan dan program-program dalam sistem manajemen konflik juga akan bersifat pencegahan dan bila perlu penanganan. Dengan demikian maka semua program akan mencakup edukasi, pelatihan dan program sosialisasi lainnya.
F).MEMINIMALISIR KONFLIK DENGAN KOMUNIKASI EFEKTIF
” Tahukah Anda, bahwa bentuk dan macam komunikasi bisa memicu konflik? Tahukan Anda bahwa konflik sesungguhnya dipicu oleh kesalahan komunikasi? Bagaimanakah metode komunikasi bisa meminimalisir konflik”? Ada lima macam gaya komunikasi Anda yang bisa memicu konflik.
KOMUNIKASI NEGATIF
Anda pasti mengetahui bahwa ada orang atau pihak tertentu yang ‘secara alamiah’ berperilaku seperti Tom and Jerry. Perilaku seperti ini cenderung melekat secara konstan, karena sifatnya lebih menyerupai karakter diri dari pada penyakit yang harus disembuhkan. Apa yang pasti dari perilaku seperti ini, adalah efeknya yang buruk terhadap pihak lain. Karakter ini dapat menyedot dan menghabisi antusiasme, energi dan rasa percaya diri orang-orang sekitar. Apa yang dapat dilakukan dengan gejala ini, adalah mendorong orang yang bersangkutan untuk mengkonfrontir perilakunya sendiri. Dan ini, hanya dapat dilakukan jika orang-orang di sekitar bisa terlibat aktif dengan memberi masukan tentang perilaku dan karakter negatif itu. Secara teknis, pendekatan terbaik yang dapat dilakukan adalah melatih apa yang disebut dengan “I message”. Contoh pengungkapannya adalah sebagai berikut: “Saat SAYA mengutarakan suatu pendapat atau usulan, SAYA merasakan bahwa sikap negatif Anda membuat SAYA frustrasi, dan SAYA menemukan bahwa bekerjasama dengan Anda menjadi lebih sulit dari semestinya.” Orang yang berkarakter negatif, memiliki kecenderungan untuk mempersepsi segala sesuatu yang sampai di telinganya, apa yang bisa terlihat oleh matanya, sebagai bentuk-bentuk serangan. Sikap negatifnya, adalah bagian dari sistem survivalnya. “I message” dalam hal ini, adalah untuk meredam persepsi itu. Jika Anda merasa punya banyak “musuh”, karakter Anda mungkin harus dibenahi.
KOMUNIKASI BLAMING
Masih ingat yang satu ini: “Litle-litle to me, Litle-litle to me.” Maksudnya, “Dikitdikit gua. Dikit-dikit gua. Inilah yang terjadi, pada korban dari orang yang memiliki kecenderungan komunikasi blaming. Ia cenderung menyalahkan — dan selalu menyalahkan orang-orang di sekitarnya. “I message” yang ditimpali dengan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik, adalah cara terbaik untuk mengakalinya. Carilah isu utama dari sikap menyalahkan itu, tangani satu per satu, jangan sekaligus. Jika Anda sering melihat orang lain salah, mungkin Anda memang sering menyalahkan. Jika memang demikian, latihlah untuk selalu spesifik dan detil berkaitan dengan suatu kesalahan.
KOMUNIKASI SUPERIOR
Anda mungkin boss. Waspadalah. Cara berkomunikasi ini dipenuhi dengan perintah, nasehat, dan pesan-pesan yang penuh moralitas. Semua itu memang diperlukan, akan tetapi jika setiap kalimat dan uraian yang keluar dari mulut melulu hanya tentang itu, maka kepekaan dari orang-orang sekitar akan menyusut jauh. Bahkan, komunikasi seperti ini akan membuat orang-orang di sekitar menjadi bosan. Mereka akan mengalami frustrasi, penolakan dan bahkan dalam tingkat tertentu akan memunculkan inspirasi untuk mensabotase. Sekali lagi, “I message” yang ditimpali dengan pendekatan asertif (emosi dan personal), bisa sangat membantu keadaan. Anda mungkin boss. Waspadalah. Cobalah untuk lebih asertif dan personal. Sering-seringlah mengobrol dengan bawahan.


 

Kamis, 12 April 2012

Struktur Manajemen Organisasi


            Pembagian Tugas Pimpinan Sekolah

1. Kepala Sekolah


Kepala Sekolah berfungsi dan bertugas sebagai manajer, administrator, educator, dan supervisor.



·    Kepala Sekolah adalah penanggung jawab pelaksanaan pendidikan sekolah, termasuk di dalamnya adalah penanggung jawab pelaksanaan administrasi sekolah.
·    Kepala Sekolah mempunyai tugas merencanakan, mengorganisasikan, mengawasi, dan mengevaluasi seluruh proses pendidikan di sekolah, meliputi aspek edukatif dan administratif, yaitu pengaturan:
1) Administrasi kesiswaan
2) Administrasi kurikulum
3) Administrasi ketenagaan
4) Administrasi sarana-prasarana 
5) Administrasi keuangan
6) Administrasi hubungan dengan masyarakat
7) Administrasi kegiatan belajar-mengajar.



·         Agar tugas dan fungsi Kepala Sekolah berjalan baik dan dapat mencapai sasaran perlu adanya jadwal kerja Kepala Sekolah yang mencakup:
1) Kegiatan harian
2) Kegiatan mingguan
3) Kegiatan bulanan
4) Kegiatan semesteran
5) Kegiatan akhir tahun pelajaran, dan
6) Kegiatan awal tahun pelajaran.


2. Tata Usaha


       Kepala Tata Usaha adalah penanggung jawab pelayanan pendidikan di sekolah.

Ruang lingkup tugasnya adalah membantu Kepala Sekolah dalam menangani pengaturan:


·         Administrasi kesiswaan
·         Administrasi kurikulum
·         Administrasi ketenagaan
·         Administrasi sarana-prasarana
·         Administrasi keuangan
·         Administrasi hubungan dengan masyarakat
·         Administrasi kegiatan belajar-mengajar.


3. Wakil Kepala Sekolah



        mencakup mengorganisasikan Tugas Wakil Kepala Sekolah adalah membantu tugas Kepala Sekolah dan dalam hal tertentu mewakili Kepala Sekolah baik ke dalam maupun keluar, bila Kepala Sekolah berhalangan. Sesuai dengan banyaknya cakupan tugas, 7 (tujuh) urusan yang perlu penanganan terarah di sekolah, yaitu:


a.    Urusan Kesiswaan, Ruang lingkupnya mencakup:

Pengarahan dan pengendalian siswa dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekola  Pembinaan dan pelaksanaan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, dan kerindangan (6K) Pengabdian masyarakat.



b.    Urusan Kurikulum, Ruang lingkupnya meliputi pengurusan kegiatan belajar-mengajar, baik kurikuler, ekstra kurikuler, maupun kegiatan pengembangan kemampuan guru melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) atau pendidikan dan pelatihan (diklat), serta pelaksanaan penilaian kegiatan sekolah.


c.    Urusan Ketenagaan, Ruang lingkupnya mencakup merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan dengan ketenagaan.


d.    Urusan sarana-prasarana, Ruang lingkupnya mencakup merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan sarana-prasarana sekolah.


e.    Urusan Keuangan, Ruang lingkupnya mencakup merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan dengan keuangan/pendanaan sekolah. 
f.    Urusan Hubungan dengan Masyarakat (Humas), ruang lingkupnya mencakup:
Memberikan penjelasan tentang kebijaksanaan sekolah, situasi, dan perkembangan sekolah
sesuai dengan pendelegasian Kepala Sekolah;Menampung saran-saran dan pendapat
masyarakat untuk memajukan sekolah;Membantu mewujudkan kerjasama dengan lembaga-lembaga yang berhubungan dengan usaha dan kegiatan pengabdian masyarakat.



g.    Urusan Kegiatan Belajar Mengajar, Ruang lingkupnya (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan oleh guru




4.Guru Pembimbing Khusus 

Membantu kepala sekolah dalam kegiatan :

1.Penyususnan dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling
2.mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling
3.menyusun statistic hasil penilaian bimbingan dan konseling
4.melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar
5.menyusun laporan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling

5.Guru Kelas


Tugas guru kelas :
1.      Merekod dan mengemaskini butiran peribadi pelajar ke dalam buku jadual kedatangan, buku rekod mengajar, kad 001, kad 002 dan buku kemasukan sekolah.

2. Buku jadual kedatangan para pelajar hendaklah ditanda pada waktu yang pertama pada setiap hari belajar.

3. Memastikan pelajar membawa surat daripada ibu bapa penjaga atau surat doktor sekiranya mereka tidak dapat menghadirkan diri di sekolah.

4. Bagi pelajar yang tidak hadir selama tiga hari berturut-turut dengan tiada memberi penjelasan dan sebab yang munasabah, guru darjah hendaklah mengirimkan surat amaran ponteng sekolah kepada penjaganya dengan satu salinan ke pejabat sekolah.

5. Sekiranya pelajar tidak hadir selama sebulan, namanya dikeluarkan dari buku jadual kedatangan. Kes-kes ini hendaklah dirujukkan kepada PK HEM terlebih dahulu.

6. Menjalankan pengurusan bilik darjah seperti pemilihan ketua darjah mengikut suara ramai dalam kelas, membuat giliran bertugas, giliran kebersihan, alat tulis, perhiasan kelas, kerusi meja berada dalam keadaan teratur dan menguruskan pertukaran pelajar.

7. Memungut yuran-yuran khas, yuran peperiksaan, sukan dan permainan dan mengeluarkan resit kepada pelajar dan merekodkannya ke dalam buku jadual kedatangan dan buku yuran.

8. Menyerahkan kira-kira pungutan yuran pada masa yang ditetapkan pihak sekolah.

9. Menguruskan pengagihan dan pemulangan Skim Pinjaman Buku Teks kepada pelajar dan memungut buku daripada pelajar yang hendak bertukar ke sekolah lain.

10. Membantu Guru Besar dalam pengurusan biasiswa, mengirim surat-surat jemputan kepada ibu bapa, sijil berhenti sekolah dan surat akuan.

11. Mengisi butiran semua ujian dengan lengkap untuk dikaji dan dianalisis.

12. Mengambil, menyalin dan menyemak jadual waktu kelas masing-masing dan memberitahu pelajar.

13. Bertanggungjawab terhadap disiplin pelajar dalam kelasnya dan menanam semangat rajin, tekun, dedikasi, berusaha dan kesedaran sivik.

14. Melaporkan kes-kes yang tidak dapat diselesaikan oleh guru kepada guru PK HEM seperti ketidakhadiran, ponteng yang berulang, kesulitan memungut yuran dan masalah disiplin lain.

15. Merekodkan butiran peribadi yang lengkap mengenai kemasukan pelajar baru dan mereka yang berhenti dalam Jadual Kedatangan, Buku Rekod Mengajar dan Buku Daftar Kemasukan Pelajar.

16. Bagi kelas-kelas peperiksaan adalah penting baginya untuk mengisi borang masuk peperiksaan. Mereka juga perlu memungut yuran peperiksaan dan membantu menyusun kerusi meja.

17. Mengisi butiran kemajuan akademik pelajar ke dalam Buku Kemajuan di samping menyediakan tabung markah atau mark sheet.

18. Bertanggungjawab terhadap keselamatan perabot dan kebersihan kelasnya.

19. Menyediakan senarai tugas bagi pelajar dalam kelasnya untuk tugas pembersihan kelas pada tiap-tiap hari persekolahan.

20. Berada di samping pelajarnya semasa pelajar beratur di kaki lima kelas dan pada masa perhimpunan hari biasa.

21. Memastikan papan kenyataan kelas ditampalkan dengan makalah-makalah, maklumat dan berita-berita yang positif, membina dan terkini



                                                             6.Guru mata pelajaran

a. Merencanakan Pembelajaran
Guru wajib membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada awal tahun atau awal semester, sesuai dengan rencana kerja sekolah/madrasah.
b. Melaksanakan Pembelajaran
Melaksanakan pembelajaran merupakan kegiatan interaksi edukatif antara peserta didik dengan guru. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan tatap muka sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Penjelasan kegiatan tatap muka adalah sebagai berikut:
§  Kegiatan tatap muka atau pembelajaran terdiri dari kegiatan penyampaian materi pelajaran, membimbing dan melatih peserta didik terkait dengan materi pelajaran, dan menilai hasil belajar yang terintegrasi dengan pembelajaran dalam kegiatan tatap muka,
§  Menilai hasil belajar yang terintegrasi dalam proses pelaksanaan pembelajaran tatap muka antara lain berupa penilaian akhir pertemuan atau penilaian akhir tiap pokok bahasan merupakan bagian dari kegiatan tatap muka,
§  Kegiatan tatap muka dapat dilakukan secara langsung atau termediasi dengan menggunakan media antara lain video, modul mandiri, kegiatan observasi/eksplorasi,
§  Kegiatan tatap muka dapat dilaksanakan antara lain di ruang teori/kelas, laboratorium, studio, bengkel atau di luar ruangan,
§  Waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran atau tatap muka sesuai dengan durasi waktu yang tercantum dalam struktur kurikulum sekolah/madrasah
Sebelum pelaksanaan kegiatan tatap muka, guru diharapkan melakukan persiapan, antara lain pengecekan dan/atau penyiapan fisik kelas/ruangan, bahan pelajaran, modul, media, dan perangkat administrasi.
c. Menilai Hasil Pembelajaran
Menilai hasil pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Melalui penilaian hasil pembelajaran diperoleh informasi yang bermakna untuk meningkatkan proses pembelajaran berikutnya serta pengambilan keputusan lainnya. Menilai hasil pembelajaran dilaksanakan secara terintegrasi dengan tatap muka seperti ulangan harian dan kegiatan menilai hasil belajar dalam waktu tertentu seperti ujian tengah semester dan akhir semester.
Pelaksanaan penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan nontes. Penilaian nontes dapat berupa pengamatan dan pengukuran sikap serta penilaian hasil karya dalam bentuk tugas, proyek fisik atau produk jasa.


Kamis, 15 Maret 2012

Tugas Manajemen organisasi dan metode


Peran penting manajemen dalam organisasi dan kehidupan


Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen yang memfokuskan perhatiannya pada pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan suatu organisasi.
 Tujuan dari Manajemen oganisasi dan Sumber daya manusia adalah untuk menjamin personil atau karyawan dalam sebuah organisasi dimana personil atau karyawanmemperoleh kemungkinan keuntungan terbesar dari kemampuannya serta mendapatpenghargaan baik berupa materi maupun pisikologi atas jerih payahnya. 
Sumber daya manusia merupakan asset organisasi yang sangat vital, karena itu peran dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh sumber daya lainnya.Betapapun modern teknologi yang digunakan, atau seberapa banyak dana yang disiapkan, namun tanpa sumber daya manusia yan professional semuanya menjadi tidak bermakna.
Eksistensi sumber daya manusia dalam kondisi lingkungan yang terus berubah tidak dapat dipungkiri, oleh karena itu dituntut kemampuan beradaptasi yang tinggi agar mereka tidak tergilas oleh perubahan itu sendiri. Sumber daya manusia dalam organisasi harus senantiasa berorientasi terhadap visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi di mana dia berada di dalamnya.Telah dikemukakan bahwa dalam organisasi bentuk ini dan staff ada dua kelompok tenaga kerja. Kelompok pertama adalah mereka yang tugas utamanya bersifat menterjemahkan tugas pokok menjadi aktivitas, sedang di pihak lain terdapat mereka yang tugasnya melakukan kegiatan-kegiatan penunjang demi lancarnya roda organisasi dan mekanisme kerjasama yang harmonis, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Kedua kelompok ini mempunyai peranan penting dalam merealisasi tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
Dalam mencapai tujuannya tentu suatu organisasi memerlukan sumber daya manusia sebagai pengelola sistem,.agar sistem ini berjalan tentu dalam pengelolaanya harus memperhatikan beberapa aspek penting seperti pelatihan,,pengembangan,motivasi dan aspek-aspek lainya. Hal ini akan
menjadikan manajemen sumber daya manusia sebagai salah satu indikator penting pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
Demikianlah beberapa topik penting dalam mata kuliah manajemen organisasi dansumber daya manusia yang tentunya sangat menarik untuk dipelajari. Setiap topik memilikipengaruh yang bebeda-beda dalam organisasi. Dan setiap topik diatas juga memiliki perannyasendiri dalam manajemen organisasi dan sumber daya manusia.
Manajemen adalah kemampuan menggunakan berbagi bentuk kekuasaan untuk mempengaruhi tingkah laku pengikut dengan berbagai cara...sebenarnya manajemen telah mempengaruhi prajurit untuk membunuh dan manajemen telah mempengaruhi karyawan untuk melakukan pengorbanan pribadi dalam kebaikan perusahaan.
   Manajemen juga sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena berperan penting dalam menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Agar tujuan kita dapat tercapai dangan baik manajemen haruslah terkodinir dengan baik.Manajemen banyak berperan anatara lain sebagai interpersonal,informasi,pengambil keputusan .
Kata Manajemen juga berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatuManajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal
Manajemen sangat penting bagi kehidupan karena pekerjaan itu berat atau sulit untuk di kerjakan sendiri,sehingga diperlukan pembagian kerja,tugas,dan tanggung jawab dalam menyelesaikannya.Manajemen yang baik akan meningkat daya guna dan hasil guna semua potensi yang dimiliki.Manajemen yang baik akan mengurangi pemborosan...Manajemen perlu untuk kemajuan dan pertumbuha.....Mnajemen mengakibatkan pencapaian tujuan secara teratur.
1.Organisasi formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Sedangkan Organisasi industrial formal merupakan organisasi yang sengaja dibentuk secara metodologis untuk mengorganisasi unsur manusia dari industri, untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Oleh karena sifatnya yang impersonal, abstrak, dan sangat erat hubungannya dengan tujuan organisasi formal, maka terdapat suatu taraf keluwesan dan adaptasi tertentu. Artinya, organisasi formal tersebut dapat disusun garis besarnya dengan segala aspek kualitatif dan kuantitatifnya, sambil memberikan peluang-peluang untuk berubah, sesuai dengan suatu pola dasar yang telah disusun terlebih dahulu. Dengan demikian, organisasi formal lebih mudah untuk dipelajari secara ilmiah, termasuk taraf-taraf kekuasaan, jalur-jalur komunikasi, dan hubungan-hubungan fungsionalnya. Hal ini tidak mudah untuk dilakukan terhadap organisasi informal yang sangat kompleks, tidak stabil, dan penuh variasi. Sering dikatakan bahwa organisasi informal terdapat di dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan organisasi formal hanya terdapat di atas kertas. Akan tetapi, karena faktor itu, maka secara ilmiah lebih mudah untuk mempelajari dan mengelola organisasi formal.
Ada pandangan sosiologis tertentu yang menyatakan bahwa organisasi bukanlah semata-mata merupakan kumpulan manusia yang bergantung pada beberapa orang pemimpin. Dalam kenyataan, anggota-anggota kelompok formal saling berhubungan, misalnya di dalam kelompok-kelompok kecil yang merupakan pusat komunikasi dan interaksi.
Kelompok-kelompok kecil itulah yang disebut kelompok kerja inti pada organisasi informal, atau komite pada organisasi formal.
 
Organisasi formal memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Terstruktur
Kaku
Terumuskan
Tahan lama
Contoh organisasi formal adalah : 
Perusahaan,
 Badan Pemerintah,
 Sekolah,
 Negara
2. Organisasi informal
Organisasi Informal kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.organisasi informal dapat di alihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan di dalamnya dan kegiatan yang di lakukan terstruktur dan terumuskan
Organisasi Informal memiliki ciri-ciri :

Lepas
Fleksibel
Tidak terumuskan
Spontan
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar, maupun tidak sadar. Kerapkali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan-hubungan antara para anggota, bahkan tujuan-tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi.